Category Archives: Uncategorized

Next Step

ke arah manapun kaki melangkah
selalu ada tempat tetirah
di arah manapun yang paling sesat
selalu ada tempat istirahat
di kemarau paling kacau, masih ada dangau.
di padang pasir ada oase penuh air.
di rumah joglo ada senthong yang disengaja kosong.
di udara ada ruang hampa.
di mana-mana ada saatnya, juga sekarang ini…
(Arswendo)
Gue suka puisi diatas, mengingatkan gue bahwa segala sesuatu itu ada saatnya.
Seperti sekarang ini, setelah kemaren lolos skripsi dengan nggak mengecewakan, dan setelah istirahat lumayan panjang, sekarang gue lagi siap-siap buat nyusun tugas akhir gue, yang katanya sih bakalan lebih ribet. No problemo.
Gue siap ngadepinnya kok. Apalagi setelah kemaren dapet gadget baru buat nemenin gue nyusun tugas akhir ini: Sony VAIO Y.
Lumayan lama gue berburu gadget yang gue pikir cukup bisa memenuhi kebutuhan gue: cukup kecil (karena gue mobile, gue bakalan ngetik dimana aja) tapi masih cukup nyaman untuk dipake kerja (kadang-kadang netbok itu keypadnya kecil-kecil, nggak muat sama jari gue yang segede-gede gajah ini).
Ketemunya juga agak-agak kebetulan, karena setelah satu minggu gue cape nyari kesana-kesini, gue ampir nyerah mau ngambil laptop yang agak gedean, dengan pertimbangan laptop itu bakalan nyaman gue pake, meskipun bawa kemana-mananya agak ‘PR’ juga karena lumayan besar dan berat. Tapi pas mau berangkat dari kampus, gue ngeliatin banyak anak-anak kampus yang ngerumunin mobil, pas gue deketin eh ternyata Sony lagi ada program mirip Goes To Campus buat ngenalin produk barunya ini.
Ini produk, buat gue. KEREN ABIS.
Harganya nggak terlalu mahal, enteng buat dibawa kemana-mana, desainnya juga nggak norak.
Gara-gara produk ini, gue semakin optimis buat ngerjain Tugas Akhir gue, kemaren sih udah disetujui judulnya, ngembangin dari skripsi gue yang dulu.

Sampah

Penangangan sampah di Indonesia sepertinya masih agak terbelakang jika dibandingkan di negara-negara maju. Hampir tiap tahun, kita melihat berita ada pemerintah daerah yang kebingungan untuk mencari Tempat Pembuangan Akhir (TPA) buat sampah kota.
Masih ingat beberapa waktu yang lalu tentang penumpukan sampah di beberapa sudut Kota Bandung? Atau kejadian longsor di TPA Bantar Gebang? Dua hal itu menunjukkan adanya kegamangan dari pemerintah untuk penangangan sampah.
Ada beberapa kalangan masyarakat yang akhirnya tergerak untuk membantu pemerintah. Salah satu LSM di Bali misalnya, memberdayakan masyarakat di sana untuk mengelola sampah-sampah hotel, yang ujung-ujungnya mempunyai nilai ekonomis.
Kalangan swasta pun akhirnya berupaya untuk membantu pemerintah dalam penanganan sampah ini. Beberapa perusahaan ritel misalnya mulai mengkapampanyekan pembatasan penggunaan kantong plastik. Contoh lainnya adalah produsen keperluan rumah tangga Unilever.
Lewat Unilever Peduli, mereka mengetuk kesadaran masyarakat dengan beberapa fakta yang mencolok tentang sampah. Misalnya saja kenyataan bahwa output sampah di Jakarta yang tidak terkelola selama dua hari setara dengan volume Candi Borobudur, jadi dalam satu tahun, penduduk Jakarta dapat membangun 185 Candi Borobudur dari sampah.
Waw…

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!