Sampah

Penangangan sampah di Indonesia sepertinya masih agak terbelakang jika dibandingkan di negara-negara maju. Hampir tiap tahun, kita melihat berita ada pemerintah daerah yang kebingungan untuk mencari Tempat Pembuangan Akhir (TPA) buat sampah kota.
Masih ingat beberapa waktu yang lalu tentang penumpukan sampah di beberapa sudut Kota Bandung? Atau kejadian longsor di TPA Bantar Gebang? Dua hal itu menunjukkan adanya kegamangan dari pemerintah untuk penangangan sampah.
Ada beberapa kalangan masyarakat yang akhirnya tergerak untuk membantu pemerintah. Salah satu LSM di Bali misalnya, memberdayakan masyarakat di sana untuk mengelola sampah-sampah hotel, yang ujung-ujungnya mempunyai nilai ekonomis.
Kalangan swasta pun akhirnya berupaya untuk membantu pemerintah dalam penanganan sampah ini. Beberapa perusahaan ritel misalnya mulai mengkapampanyekan pembatasan penggunaan kantong plastik. Contoh lainnya adalah produsen keperluan rumah tangga Unilever.
Lewat Unilever Peduli, mereka mengetuk kesadaran masyarakat dengan beberapa fakta yang mencolok tentang sampah. Misalnya saja kenyataan bahwa output sampah di Jakarta yang tidak terkelola selama dua hari setara dengan volume Candi Borobudur, jadi dalam satu tahun, penduduk Jakarta dapat membangun 185 Candi Borobudur dari sampah.
Waw…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s